Bitter Sweet Medisina

image

Sabtu ini adalah hari pelantikan pimpinan umum (PU) Medisina 2013/2014. Dek Ninis akhirnya terpilih sebagai PU, walau pada awalnya dianya nggak mau, alasannya sih dia udah punya posisi penting juga di balairung UGM. Tapi entah gimana caranya temen-temen 2010 akhirnya bisa meyakinkan dek ninis buat jadi pimpinan medisina tahun ini. Saya lega banget akhirnya dia yang terpilih. Karena menurut saya sih, dek ninis yang paling loyal sejak awal di Medisina diantara anak 2011 yang lain. Selain itu juga ilmunya di jurnalistik juga udah dewa. Bukan berarti anak 2011 yang lain kurang mumpuni atau bagaimana, tapi kalau diantara yang lain dek ninis paling bisa diandalkan sih. Dan diantara anak 2011 yang lain juga, saya paling dekat dengan dek ninis. Salah saya juga mungkin, karena waktu itu saya kurang mendapat kesempatan untuk dekat dengan anak 2011 yang lain, well yeah, bukan excuse buat saya juga sih sebenarnya.

Oke, jadi intinya adalah saya rindu sekali dengan para awak medisina. Apalagi saya dengar akhir-akhir ini perkembangan medisina sangat membanggakan sekali. Buletin tetap berjalan dengan konten yang lebih terstruktur, bukan berarti yang sebelumnya tidak terstruktur ya, maksudnya adalah metode yang dipakai sudah scientific based, menggunakan ilmu jurnalistik yang berdasarkan sumber, bukan hanya dari pengetahuan individu semata. Ditambah lagi awak baru 2012 sangat potensial. Kata dek ninis, rani, dan windi sih semangat mereka di jurnalistik sangat berapi-api, cetar cetar membahana. Dan senengnya lagi, mereka mendaftar suka rela.

Jadi keinget tahun lalu, yang daftar di Medisina hanya 3 orang, saya, rani dan rian gusman. Saya dan rani pontang panting cari kabinet, buka open recruitmen lagi buat menarik awak. Hasilnya, hanya 2 orang yang daftar, feri dan diana.  Lumayan sih, tapi mana mungkin membuat 500 ekslempar bulletin dengan 30 halaman lebih hanya dengan 5 orang awak. Mungkin sih, mungkin.. tapi yah, memberi kesempatan orang lain untuk belajar jurnalistik kan tidak ada salahnya *ngeles*

Akhirnya saya dan rani maksa-maksa beberapa teman GK untuk gabung, feri juga maksa-maksa anak pendidikan dokter buat kerja sama di pers kedokteran yang hampir gulung tikar. Kalo nggak mau gabung, golok berbicara. Oke, nggak sesadis itu juga sih..

Ya nggak maksa juga kok sebenernya, mungkin lebih tepatnya “menawari jabatan” di medisina. Kurang baik apa coba, nggak ada seleksi, nggak ada tes, tiba-tiba dapat jabatan aja hehe. Akhirnya kami dapat kabinet lengkap, sambil tarik lagi anggota dari mana-mana. Medisina pun akhirnya bisa berjalan tertatih, dengan sedikit ilmu yang kami miliki, sambil tanya sana sini.. Tambah lagi kami tidak dapat bekal yang cukup dari kakak 2009 tentang ilmu jurnalistik, kami hanya diberi warisan ruangan kecil bekas toko buku yang kami sebut akuarium, karena memang dindingnya dari kaca seperti akuarium yang sebenernya lebih pantas buat toko fotokopi daripada untuk basecamp organisasi. Tapi kami tetap bersyukur. Disitulah kami sering berdiskusi, sambil dikerubutin nyamuk dan semut, dan selalu kami harus menyapu dan membersihkan sarang laba-laba sebelum memulai rapat. Dan selalu selepas magrib kami membubarkan diri, bukan karena waktu sholat telah tiba tapi karena hawanya sudah mulai horror..

Perjuangan yang paling sesuatu adalah saat kami memperjuangakan anggaran di forum kongres KMFK. Disitu saya harus mempresentasikan resolusi apa yang akan saya lakukan buat medisina. Saat itu saya dengan dorongan dari teman-teman medisina nekat buat masang target anggaran yang cukup besar, sekitar 15 juta untuk mendongkrak eksistensi medisina, seperti revolusi dimensi bulletin dan berbagai macam kegiatan tetek bengek lain untuk meningkatkan kualitas awak medisina sendiri, seperti pelatihan jurnalistik dan kompetisi jurnalistik. Mengingat tahun lalu kinerja medisina dinilai sangat menurun, nah tahun ini kami yang kena getahnya. Kami harus berjuang mati-matian untuk meyakinkan para senat supaya dana yang kami minta itu bisa cair seutuhnya. Walaupun pada akhirnya kami dapat 8 juta, kami tetap selow, lumayan lah buat makan-makan…

Keberuntungan masih ada di pihak medisina. Kami mendapat senat pembimbing yang baik sekali, yaitu mas sune, yang awalnya saya kira orangnya songong tapi ternyata emang bener..

Walaupun pas saya presentasi mas sune kelihatannya judes tanya mulu, tapi sebenernya pertanyaan-pertanyaannya itu sangat fundamental dan secara tidak langsung mengarahkan saya ke argumen untuk meyakinkan para senat yang mukanya udah pada kayak pembantai di film texas chainsaw. Mas sune juga yang membantu saya membuat rencana anggaran yang masuk akal. Untungnya lagi semalam sebelum kongres, Rani sudah menyemangati dan memberi saran-saran tentang public speaking. “Pasang mindset positif, fokus!” katanya. Dan juga feri yang baik banget rela bergadang bantuin saya bikin presentasi di prezi yang keren banget, walaupun dia saat itu datang agak terlambat dan medisina kena denda 100rb, dan akhirnya dia juga yang bayarin..

Beruntung lagi kami punya dr.Yuda sebagai pembimbing medisina, yang dulunya juga pimpinan umum medisina dan suka menulis pula, istimewa! Belum selesai sampai disitu, ternyata guru besar FK UGM yang saya wawancarai sebagai narasumber di bulletin 2 juga alumni medisina, beliau memberi kami satu domain website gratis yang sampai saat ini masih aktifwww.medisinaugm.org ditambah satu pembimbing web yang handal, mas iyan.We were all so blessed.

Sedih rasanya meninggalkan medisina sebelum waktu purna, tapi saya lebih bahagia setelah saya tinggal medisina jadi jauh lebih baik. Bangga, apalagi sekarang medisina sudah mempunyai Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), yang secara wajar sebuah organisasi harusnya sudah punya. Nah medisina ini sudah berdiri kira-kira 30 tahun tapi AD-ART baru dibikin tahun 2012. Mungkin karena itu juga medisina belum establish, seperti bergerak tanpa arah. Setiap tahun kepengurusan idealismenya berbeda-beda, harusnya setiap organisasi pers punya ciri khas dan karakter sendiri yang bisa membedakannya dengan organisasi yang lain.

Mungkin tahun ini dek ninis dan jajarannya akan lebih mudah menjalankan medisina karena insyAllah semua sudah settled down, hanya perlu semangat dan keyakinan untuk terus mempertahankan medisina sampai waktu yang tak terhingga. Semoga medisina bisa menorehkan cerita tersendiri untuk generasi selanjutnya. Karena di medisina saya menemukan keluarga, cinta, network, dan banyak pengalaman yang tidak bisa saya dapat di tempat lain, di medisina juga saya benar-benar merasakan yang namanya perjuangan yang sesungguhnya.. ketika saya kembali nanti, saya akan kembali untuk medisina..

Advertisements

5 Negara dalam 12 Hari

journeey

13-16 Januari 2013 : Brno ke Praha (Republik Ceko) by bus Student Agency

16-18 Januari 2013 : Praha (Rep.Ceko) ke Budapest (Hungaria) by bus Stundent Agency

18-21 Januari 2013 : Budapest (Hungaria) ke Barcelona (Spanyol) by Ryan Air

21-22 Januari 2013 : Barcelona (Spanyol) ke London (Inggris) by Ryan Air

22 Januari 2013: London (Inggris) ke Brno (Rep.Ceko) by Ryan Air

23-24 Januari 2013: Brno (Rep.Ceko) ke Munich (Jerman) by Cesky Drahy-Czech Railway

Thanks to Student Agency and Ryan Air for supercheap fare for travelling around Europe, thanks to PPI Ceko Praha and Mas Lintang in Barcelona for allowing me to stay in their flat for free 😀 Thanks to Hostel Mandarin Budapest for very excellent price and service 🙂

For munich; thanks for the great #script3tour of the script. yeay!

Thanks, at least, for my travel mates who always be my company during these trips. Indonesians, Cambodians, and Albanian..can’t imagine what I would be without thou

Alhamdulillah.. thanks Allah for this kinda big favor..


Iqra’ !

Image

 

Menurut ’Aidh bin Abdullah al-Qarn, ada 11 manfaat membaca:

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 yg baik. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.
11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).


Inattendu, France (prolog)

It was the Christmas and New Year break in Europe. I planned to go to Paris and Rheims, two cities in France. I was too excited, yeah kind of overestimated about this plan… I and my friends arranged everything before Christmast, from the date, the hostels, and the sites we want to visit. We talked about it through Facebook chat. It really took so long time to decide which hostel we want to stay since most hostels in France, especially Paris was really expensive. We knew we came in the wrong date, when many people from every part of the world likely came to Paris, expected something would happen under the Eiffel tower in the New Year eve. Just like what I and my friends did.

Brno, 27th Dec 17.45 CET

I was only with myself, I was gonna meet my friend in Paris because they would depart from Amsterdam by bus while I departed by plane from Praha. I took a bus from Brno to Praha at 18.00, because I had to catch my plane at 06.00 in Vaclav Havel Praha Airport. It was the last bus from Brno to Praha. On my way to the autobus nadrazi (bus station), I met two friends of mine in tram from Vinarska kolej, my dormitory. They were heading to a Christmas celebration in their friend’s house. We talked a bit until the tram stopped in the front of hlavni nadrazi (train station). I stepped out from the tram and said goodbye to them. I walked down the underground to the autobus nadrazi, in a bit hurry. After I arrived in the autobus nadrazi, I had to check my phone where I usually put my bus number on. I was really surprised finding the zipper of my bag had already being opened, and my phone was not there. It was stolen for sure! I was really panic, I didn’t remember what my bus number is. Without the number, I cannot go with the bus. But fortunately I remember that I also wrote the number on a small paper, so I looked for it inside my bag with my heart beat was in the fastest rate, with my blood vessel was in the highest tension. I tried to calm myself down, not to make everything getting worse. I wanted to give miscalls to my phone, so I asked the guy in the locket of Student Agency if I could lend his phone, he said I couldn’t. I was just kind of desperate, I went to the bus and showed the bus lady the paper with the bus number on. I was heading to Praha.

Praha,  27th Dec, over 22.00 CET

I arrived in Praha airport at 23.00, while my flight to Charles de Gaulle airport Paris was at 06.00. I wanted to sleep, but I could hardly do it because of cold, moreover I didn’t have alarm that could wake me up before checking in. I was afraid if I overslept, so I didn’t sleep. I stayed awake during the night, The Zahir from Paulo Coelho was my only company during the night. I ate it up, a half of it…

Paris, 28th Dec, 07.50 CET

I arrived in the Charles de Gaulle airport, still dark on my way. The sun had not been shining yet, it was winter. I don’t remember how many degrees it was, all I know it was really cold. I was busy looking for the way to my hostel we booked several days ago. I was busy with the metro plan I got from the information lady which is really complicated for me who have never been to Paris before. Fortunately she could speak English really well and she showed me how to get there. De Gaulle is about 45 minutes away from the central, I had to take a RER (Réseau Express Régional ) Cintegration of a modern city-centre underground rail and a pre-existing set of commuter rail lines, which took me directly to the center. I bought two transportation tickets; one for one way airport-city center and one for one day transport pass. I followed the direction from the information lady. I got off from the RER C in the Paris Nord station and transferred to Metro number 5 to the République..

Notre dame de Paris

Side of Notre dame de Paris

I was walking around that avenue, looking for my place to stay in a hostel located in Rue de Trois Borne. My friend told me it was really close from the stop. I couldn’t read that street in the map, so I asked to the woman in a bar. She was really nice. She even didn’t know that street, but she tried her best to help me. She put a map from her drawer, she told me the direction in her strong French-English accent. I didn’t really understand though, I tried to.. I finally found that hostel after almost 30 minutes walking around. I arrived in the hostel before all my friends came. My stomach was really eager to find some food to feed it. I went to McDonald’s restaurant in the intersection ofRépublique Avenue. After having my lunch, I went back to the hostel, but on my way I found an internet café. I went inside, I logged in my facebook account sending my mom message that I was in Paris and I lost my phone. I told her that I was okay, so she didn’t need to be worry. I told her that we still can communicate through facebook, or any other way..

Oh my Goddess, I only wanted to drag my feet into the bed. I was so tired, sleepy, upset, and so messed up..


I adore…

I adore...

I really miss playing basketball, in the field near to my boarding house, at 08.00 pm..
sometimes alone, sometimes with friends…
I feel so tired after school though, but I keep playing..
Whenever I’m sad, whenever I feel bad.. It helps me to make everything better…


How Far My Journey is…

Yogyakarta, Indonesia to Brno, Czech Republic
11.543,7 km (7172,92 miles), approximately 16 hours flight
Brno Timezone: GMT+1
Yogyakarta Timezone: GMT+7


hermoso viaje

Do you ever feel being miles away from your beloved…
Do you ever feel time zone stuff is so suck?
Do you ever feel like you’re lost in a place you never know, then, you sink in the crowd?
When you look around, there’s no body you know, but strangers talking with strange language you can’t understand…
Living away from home, family, and friends,
Living away from the heat of the sunlight…
Living away from hospitality of people
Coming to the town of question
Where I never find the answer
Or even never understand the reason
Looking back to the past when I dreamed of it every day,
When I cried begging for this chance
When I struggled to win this pride
Without any expectation, nor explanation
This is how future smile and say hello to me
Now I realize how miraculous this life
Faith brings me away from my hometown
With so much hope, so much more dreams
No, not for a wealth or power
Only a little light for the next journey
Treasure of knowledge, treasure of fellows

Pray for my long journey to find the victory
No need to cry
Wipe out your tears
I will come back and hug you tight like never before
And I will tell you the story of this beautiful voyage
The autumn breeze blows crossing over the Mediterranean Sea,
Enclosing the breath of longing to you
Even the winter is never able to freeze it

And I promise you my dear,
I will come back someday in another summer…